Indralaya (13/01), Sebagai proses pembelajaran, maka spesifikasi kegiatan KUKERTA ini adalah terintegerasinya ketiga pilar Tri Dharma Perguruan TInggi sekaligus di dalamnya secara sinergis dan simultan meliputi unsur-unsur dasar, pendidikan dan pelatihan keterampilan keberagamaan, pengabdian pada masyarakat. KUKERTA merupakan penerapan ilmu yang bersifat interdisipliner dan wajib dilaksanakan oleh setiap mahasiswa sebelum menyelesaikan studinya di STITRU yang penyelenggaraannya dilakukan oleh pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) STITRU.

Kegiatan KUKERTA tahun 2018 ini dilakukan di 5 lokasi, yaitu :

  1. Desa Lembak, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim.
  2. Desa Alai, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim.
  3. Desa Sukajadi, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim.
  4. Desa Sentul, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir.
  5. Desa Ulak Jermun, Kecamatan SP. Padang, Kabupaten Ogan Ilir.

Mahasiswa peserta KUKERTA dibekali nasihat oleh Bapak KH. Tol’at Wafa Ahmad, Lc selaku dewan pembina YAPIRUS, beliau berpesan kepada peserta agar melakukan kegiatan KUKERTA sebaik-baiknya, mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan manjaga nama baik Almamater, sehingga dapat memberikan sumbangan pemikiran yang konseptual, konkrit dan analis dalam peningkatan kualitas taraf hidup masyarakat di tempat lokasi KUKERTA melalui upaya pemberdayaan dibidang keagamaan, ekonomi, sosial, dan budaya.

Melalui perannya sebagai motivator, dinamisator, akselator, sumber informasi mahasiswa STITRU yang sedang KUKERTA dapat menjadi teman masyarakat serta sebagai penghubung antara masyarakat dengan pemerintah dalam pembangunan di bidang sosial, agama, budaya, serta membantu menyusun perencanaan pengembangan ekonomi yang produktif bagi pemerintah desa. Ujar ketua STITRU Bapak Dr. H. Husnul Amin, Lc., M.H.I., MM. .